• Komputer,  Software

    Crazy About Console

    Saya suka yang berbau retro, karena waktu pake DOS dulu, semua berjalan dengan sangat cepat, kalo buka sesuatu udah agak lambat, berarti ada sesuatu yang salah. Mungkin virus, atau sektor harddisk yang rusak. Yang saya sebut disini bukan program dengan tampilan grafis, tapi yang text murni. Emang sih, sebenernya gak semua berjalan cepat, ada proses-proses yang lambat. Tapi minimal, untuk tampilan biasanya langsung keluar. Biasanya gak ada splash screen, begitu program dijalanin langsung kebuka.

    Awalnya saya bikin catetan yang perlu identasi, jadi ada beberapa teks yang saya tulis mulai posisi kolom tertentu. Masalahnya, di Notepad bener-bener gak ada info apa-apa, jadi ngelurusinnya pake mata aja, nah disinilah saya inget waktu pake DOS, bikin catetan-catetan yang butuh identasi gampang banget, ngelurusinnya juga gampang, soalnya biasanya udah ada informasi baris keberapa, kolom keberapa, dll.

    Akhirnya saya cari2 teks editor console, ada gak sih yg masih bikin? Berburu deh pake google, dan nemu halaman web dengan judul: Wanted: Console Text Editor for Windows. Pas banget! Ternyata di dunia luar sana ada juga yang kepingin teks editor versi console, dan yang lebih kerennya lagi, bukan cuma kepingin tapi ada juga yang bikin. Uhuy!

    Menilai dari screenshot yang disediakan, saya nyoba beberapa yang akhirnya saya pakai sendiri: KIT, FTE, TDE, OSPlus Text Editor. Dan ada dua file manager yang saya ambil: FAR Manager dan Midnight Commander. Entri blog ini saya compose pake TDE. Dan berdasarkan info dari task managernya Windows, Notepad yang baru dibuka (tanpa buka dokumen) menghabiskan memori 1.5 MB, sedangkan TDE yang lagi saya pake cuma make memori 0.4 MB.

    Asik euy!

  • Software

    Mau Semut Dapat Gajah

    Awalnya seperti biasa, iseng-iseng aja, nyari-nyari informasi text editor yang ringan tapi powerful. Niatnya untuk pendamping teks editor utama saya: Notepad++. Pendamping maksudnya kalo yang Notepad++ udah buka 1 project, terus mau buka project lain yang unrelated baru saya pake teks editor kedua. Sebenernya udah ada beberapa yang saya install, saya udah punya keluarganya Joe Editor: joe, jstar, jpico, jmacs, cjoe. Ada juga Visual Studio Code, Atom, Komodo Edit, PSPad, Aptana Studio, dll.

    Berbagai macam IDE atau text editor udah pernah saya coba, tapi yang bener-bener ringan dan cukup powerfull cuma Notepad++. Dalam pencarian, saya nemu yang namanya ICEcoder, text editor dalam browser. Kerennya, teks editor ini bisa dipasang di web hosting, biar bisa edit text file langsung di server.

    Nemu cloud text editor, saya jadi inget program pencatat yang biasa saya pakai, yang menurut saya program pencatat paling mantap. Karena semua fasilitas yang saya bayangkan ada di program itu, namanya: cherrytree. Program pencatat yang menyimpan tree (hirarki), bisa nyimpen data richtext, code snippet, pokoknya macem-macem deh. Nah saya mau program pencatat seperti cherrytree, tapi versi cloud.

    Saya coba install program php yang seperti Pastebin, dapet namanya Stikked. Programnya bagus dan solid, tapi sayangnya program pencatat ini memang bukan dibuat untuk koleksi catatan, tapi lebih ke sharing” catatan. Lanjut pencarian dapet lagi namanya Joplin, yang di potongan deskripsinya ada kata-kata: “The notes can be synchronised with various cloud services“.

    Begitu saya buka homepagenya Joplin disitu ada keterangan bahwa catatan bisa disinkronisasi antara desktop dan android melalui cloud service seperti Nextcloud, Dropbox, OneDrive, WebDav, atau file system (share network). Saya tau Dropbox, saya juga tau OneDrive dari Microsoft, WebDav juga pernah masang di hosting sendiri. Diantara service yang disebutin, yang ada linknya cuma Nextcloud.

    Saya klik link Nextcloud, hover ke menu “Get Nextcloud” ada pilihan: Download for self-hosting on your server. Ini dia yang pengen saya coba. Langsung masuk control panel hostinger, bikin sub-domain baru, install ssh dari letsencrypt, buka putty, login ssh, download Nextcloud langsung di server pake wget, exrtact, baru deh baca-baca manual instalasinya.

    Nextcloud pake PHP versi 7, sementara di hosting saya cuma pakai yang versi 5.6, coba ganti versi ke 7.0 berhasil, sesudah itu cek semua ekstension php yang dibutuhkan dan gagal di satu ekstension: pdo_mysql. Padahal hampir semua program php saya yang pake database mysql menggunakan ekstensi ini. Yang saya langsung cek adalah blog yang pake wordpress, ternyata masih bisa jalan normal, ya udah, karena Nextcloud bisa pake database SQLite, saya lanjut tanpa masang ekstensi pdo_mysql.

    Berhasil masang Nextcloud, yang ternyata mirip OwnCloud yang sebelumnya pernah saya pasang di notebook. Bagi yang gak tau, program ini mirip Google Drive atau yang sejenis (cloud storage). Sesudah itu saya download Joplin untuk desktop dan pasang juga di handphone android saya.

    Joplin mendukung format markdown yang sederhana, catatan disimpan dalam “folder” yang disebut Notebook, jadi pertama bikin Notebook, sesudah itu di dalam notebook bisa bikin entri banyak. Joplin versi desktop berhasil melakukan sinkronisasi melalui https dengan mengaktifkan opsi “Bypass SSL authentication” yang sayangnya tidak tersedia di versi android. Jadi versi android sinkronisasi lewat http aja. Saya harus cari tahu kenapa sertifikat ssl pakai letsencrypt selalu bermasalah (download pake wget juga error).

    Nah, sampai di ujung entri blog baru saya mau ngasih tau, sebenernya catetan yang mau saya simpen itu adalah web-novel, buatan orang lain ataupun buatan sendiri (lagi proses, banyak ide tapi miskin waktu). Jadi untuk sesuatu yang sederhana dan kecil, saya masang program jumbo. Yaaah… itung-itung pengalaman.