• Omong Kosong

    Update Status

    Udah beberapa lama ini gak pernah nulis di blog manapun, banyak kejadian, saking sibuknya jadi gak sempet nulis apa-apa.

    • NoteJS udah semakin matang. Udah jadi PWA, ada feature lock, bisa eksport (download jadi file text terenkrip) dan import (buka file terenkrip dari komputer lokal). Semua data ada di komputer client, gak ada data yang dikirim ke server dan NoteJS tidak menyimpan password.
    • Game 2048 udah gak menarik lagi, begitu nemu patternnya udah gak ada tantangan lagi.
    • Temang.ga udah pindah hosting selamanya. Lagi di organisir ulang, pastinya hosting gratisan banyak bedanya sama yg berbayar.
    • Dapet komputer i7 dari kantor (dipinjemin bukan jadi hak milik), emang MPC keren banget dah.
    • Udah lama gak baca komik.
    • Berita politik gak ada yang bagus, semua cuma bahasan dangkal dari aksi para politikus.
    • Saya tambah gemuk karena sekarang istri lagi rajin eksperimen bikin puding.

    Udah ah.

  • Hosting,  Omong Kosong

    Terjebak Bahasa Marketing

    Dulu saya selalu hati-hati dalam mendengarkan orang berbicara, atau membaca sebuah pernyataan tertulis. Beberapa tahun lalu, saya dan Istri merasa “terjebak” oleh iklan (di spanduk) penjual mobil. Di spanduk yang dibentang ditulis: “DP 5 Juta, Cicilan 2,5jt”, saya dan istri langsung tertarik dan ketika bertanya pada marketingnya baru tau kalau bayar uang muka 5 juta maka cicilannya lebih dari 7jt per bulan (saya lupa nilai pastinya) dan kalau mau cicilan 2,5jt per bulan maka uang muka yang dibayarkan lebih dari 70jt (lupa juga pastinya berapa).

    Sejak saat itu saya lebih berhati-hati dalam membaca iklan apapun termasuk iklan penjualan rumah sampai iklan jual blender di toko dekat rumah. Tapi orang tua kita pernah membuat peribahasa: sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Dan hal itu juga yang terjadi pada saya, lagi-lagi saya merasa “tertipu” oleh iklan. Sebelum saya jabarkan, saya konfirmasi dulu yah, yang saya bilang merasa “tertipu” (perhatikan tanda petiknya) bukan berarti ada pihak yang menipu saya, tetapi asumsi saya waktu baca iklannya itulah yang salah.

    Saya “tertipu” oleh iklan hosting dari hostinger yang bilang diskon gede2an (sampe 90% lebih) makanya saya beli itu sedjat1.zz.mu dan semua program dan domain yang saya punya saya pakai untuk yang di hostinger itu karena satu bulan cuma 8ribu rupiah, bayar untuk 3 bulan cuma 24ribu. Tapi ternyata (dan ini kesalahan saya) harga diskon tidak berlaku seterusnya, begitu saya mau perpanjang (hostingnya habis di awal Januari 2019) saya heran kenapa yang akan ditagih ke saya lebih dari 100ribu. Begitu saya baca lebih cermat, ternyata jumlah persentase diskonnya berubah, dan saat itulah saya ‘tepok jidat‘ baru sadar kalau saya kena “tipu” bahasa marketing. Namanya juga diskon, bisa berubah sewaktu-waktu, bahkan bisa jadi pada suatu saat nanti, diskonnya tidak ada lagi alias full charge.

    Hosting bukan merupakan kebutuhan utama saya, selama saya bisa ambil yang gratisan, kenapa harus bayar? Waktu itu saya tertarik karena memang harganya murah banget tapi bukan berarti saya mau menghabiskan dana 97ribu per bulan untuk hosting sebuah domain, apalagi masih bisa naik lagi kalau diskonnya diturunkan/dihapuskan.

    Tapi karena terlanjur bikin aplikasi PWA, akhirnya saya coba cari lagi hosting lain yang gratis + SSL, dan ternyata ada, tinggal cari di google pake keyword “free hosting with ssl” saya dapet informasi beberapa free hosting yang menyediakan free ssl dari Letsencrypt dari quora.com Dan setelah baca-baca akhirnya pilihan jatuh pada PlanetHoster.com akhirnya semua yang di hostinger saya pindah ke planethoster. Btw, setup ssl gratisnya cukup 1x klik. Mantap.