• Komputer,  Software,  Teknologi

    Screenshot

    Untuk saat ini, mengambil screenshot dari layar amat sangat mudah. Untuk OS Windows, tinggal tekan tombol “Print Screen”, layar sudah masuk ke clipboard, siap di-paste dimanapun. Tapi dulu, saat multi tasking belum umum, mengambil gambar layar tidak semudah yang dibayangkan.

    Di DOS, program yang sedang aktif yang bertanggung jawab me-“monitor” tombol apa yang ditekan oleh user di keyboard, dan program itu juga yang nantinya melakukan aksi atas event keyboard tersebut. Dan normalnya, hanya ada 1 program yang aktif pada suatu saat.

    Terus gimana kalo mau ngambil tampilan layar? Saat handphone belum ada, dan tidak efektif mengambil foto dari layar komputer untuk sekadar screenshot, sementara tombol print-screen hanya akan mengirim tampilan layar ke printer.

    Disinilah program penangkap layar (screenshot) berperan. Ya, satu program khusus yang tugasnya menangkap layar dan menyimpannya sebagai file gambar di harddisk, salah satu yang terkenal adalah Pizzaz Plus (PZP).

    Terus gimana tuh caranya? Bukannya tadi dibilang cuma 1 program aktif yang bisa ngontrol keyboard?

    Karena saya pernah bikin program yang kerjanya seperti PZP, makanya saya secara umum bisa menggambarkan prosesnya:

    • Saat berjalan, program mendaftarkan dirinya sebagai program TSR (Terminate and Stay Resident) yang akan aktif apabila keyboard ditekan dengan kombinasi tombol tertentu (keyboard hook). Lalu program keluar (kembali ke DOS prompt).
    • Saat shortcutkey yang sesuai ditekan, maka program akan mengakses memori layar. Pada mode text, tiap karakter pada layar bisa diakses kode ascii serta properti warnanya. Pada mode grafik, program bisa mengakses nilai RGB dari tiap pixel.
    • Program akan menyimpan dalam file gambar sesuai yang sudah dikonfigurasi.
    • Biasanya ada suara “beep” sesudah program berhasil menyimpan screenshot layar.

    Lumayan ribet kan?