• Hardware,  Komputer,  Software,  Teknologi

    Kembali Ke Asal

    Gak usah ribet dan ribut mengartikan judul blog ini, setiap saya tulis entri blog baru lebih dari 50% kemungkinannya tentang teknologi komputer. Termasuk entri blog ini.

    Sebelumnya, saya memakai Raspberry Pi untuk CCTV dan OrangePi untuk nyoba berbagai server. Tapi sekarang saya nyoba-nyoba OrangePi untuk sesuatu yang memang tugasnya: connect ke hardware. Hardware yang saya colokin juga bukan yang aneh-aneh, cuma layar dot-matrix dengan backlight yg dibuat untuk Nokia 5110. Layar yang cuma 1,5″ dan punya resolusi 84×48 pixel, monokrom.

    Saya coba berbagai module python, tapi gak ada yang cocok. Bahkan sampai nyoba install Armbian versi lawas karena rata-rata softwarenya juga udah berumur 2 sampai 5 tahun yang lalu.

    Sebenernya sebelum softwarenya, saya juga pusing masalah nyambungin pin-pin layar ke pin yg di OrangePi. Akhirnya, sesudah beberapa kali begadang dapet juga konfigurasi yang pas.

    LCD Nokia 5110OrangePi Lite
    RSTGPIO 24 (pin ke-18)
    CECS0 (pin ke-24)
    DCGPIO 23 (pin ke-16)
    DINMOSI (pin ke-19)
    CLKSCLK (pin ke-23)
    VCC3.3V (pin ke-1)
    BL (backlight)GPIO 22 (pin ke-15)
    GNDGround (pin ke-6)

    Bagi yang nyari-nyari referensi pin OrangePi seperti saya, bisa lihat di https://github.com/leech001/Temp_control

    Kenapa sampai lama? Karena pada saat programnya jalan dan di layar tidak ada yang tampil, saya tidak tau itu dari wiring atau dari programnya. Dan sesudah mencoba berbagai konfigurasi kabel, akhirnya saya berhasil menghidupkan layar kecil itu pake program dari https://github.com/bitbank2/nokia5110

    Satu masalah selesai, saya sudah bisa nulis ke layar, terus apa yang harus saya tulis? Sesudah mikir sebentar saya putuskan untuk menampilkan informasi sistem sederhana.

    Nah, informasi sederhana yang mau ditampilkan ini jadi masalah karena si program ditulis pake bahasa C dan kemampuan bahasa C saya minim banget, padahal kalo saya bisa nulis pake bash script enak banget, karena saya bisa nyari berbagai informasi sistem pake bash script (– di sini ada jeda sedikit sampe “lampu” ide saya nyala –).

    Ternyata solusinya sederhana, tinggal buat program yang menampilkan tulisan dari parameter saat eksekusi. Gak sampe 10 menit akhirnya programnya jadi.

    Dan ternyata, apa yang saya lakukan sudah dilakukan oleh orang lain: https://github.com/nopnop2002/Raspberry-pcd8544

    Mungkin nanti saya coba-coba itu program. Untuk sementara case closed. Eh, to be continued…

  • Omong Kosong

    Selentingan

    Save Trowulan

    Situs bersejarah di Trowulan terancam bahaya, di Kaskus udah lama beritanya, di detik.com baru-baru ini muncul beritanya. Selamatkan situs Trowulan (daripada mencari piramida yang sampai sekarang gak ada kejelasan).

    BBM for Android

    Yang ini nggak jelas kapan (ada rumor diatas tanggal 20 Okt). Saya dari dulu lebih suka dengan hape Nokia jadul daripada pake handset BlackBerry. Bukannya menghina, sekadar beda selera.

    Bukuon

    Akhirnya ada juga toko buku digital yang (katanya) gampang cara pembayarannya (belom nyoba). Mudah-mudahan ada lebih banyak lagi yang kaya’ gini. Tapi katanya harus online untuk liat bukunya? Mungkin untuk validasi DRM? Sayang sekali gak kaya’ Cory Doctorow yang membebaskan buku digitalnya (yg digital ada juga yang dijual tapi ada yg gratis juga di Project Gutenberg) dan tetap menjual buku versi cetak.

    Cory Doctorow

    Baru aja selesai baca buku Little Brother karya Cory Doctorow. Keren Banget!!! Bukunya gratis, ceritanya bagus banget, dan yang lebih saya suka adalah pandangan penulisnya tentang e-book. Keren banget, dia bisa ngejelasin kriptografi pake bahasa yang enak (kalo saya yang jelasin, orang yang denger bisa tambah puyeng). Download aja bukunya, GRATIS dari penulisnya langsung, kalo suka bisa juga beli yang versi cetaknya.

    Nokia

    Raja yang sekarang sudah turun tahta. Dapet berita dari OSNews, ini cuplikannya:

    This same Nokia executive took one of the many original iPhones Nokia bought home right after it was released.

    As an experiment, he gave the telephone to his daughter, and she learned to use it immediately.

    In the evening as the parents were going to bed, the drowsy four-year-old appeared at their bedroom door with a question: “Can I take that magic telephone and put it under my pillow tonight?”

    That was the moment when the Nokia executive understood that his company was in trouble.