• Uncategorized

    Ikhlas

    Ternyata untuk ikhlas itu susah. Selama ini aku tidak pernah mengharap balas budi atas segala peertolongan yg pernah aku berikan. Tapi saat aku butuh pertolongan, dan orang yang pernah kutolong tidak membantu, terasa begitu berat untuk ikhlas. Perasaanku tercabik antara ikhlas dan dendam.

    Kalau diibaratkan, aku menolong orang yang hampir tenggelam di dalam lumpur, tanpa ragu sedikitpun aku langsung terjun ke dalam lumpur untuk mendorongnya kembali ke permukaan, tapi itu menyebabkan kondisiku yang sekarang berada dalam lumpur dan hampir tenggelam. Saat aku meminta tolong, orang yang kutolong menjawab “Iya”, tapi tak kunjung mengulurkan tangannya, dia seperti mau bersih2 lumpur yang ada di badannya dulu. Salahkah jika aku marah dan mengumpat “Bangsat!”, dan mengungkit pertolongan yang baru saja aku berikan?

    Tuhan, ikhlas ajaran-Mu begitu berat. Teguhkan hati hamba-Mu. Aku tahu Kau berikan ujian ini agar aku bisa Ikhlas. Tapi antara mendengar ceramah dan menjalaninya langsung sungguh berbeda. Aku ingin ikhlas, tapi aku punya tanggung jawab sebagai kepala keluarga.

    I’m lost now. God, please guide me. Only You can save me.

    Hilang
    telah kucari
    ke segenap relung hati
    entah kemana ikhas itu pergi

    Laa hawla wa laa quwwata illa billah.

  • Uncategorized

    Solusi Perdamaian Dunia

    Pernahkah kita berpikir (bahkan berucap): “Kenapa sih selalu gua yang harus ngerti perasaan orang lain tapi orang lain gak ada yang ngerti perasaan gua”. Dumelan sederhana yang mungkin sudah berkali-kali kita katakan (oleh lidah kita atau sekadar dalam hati).

    Pada saat kita ngedumel seperti itu sesungguhnya kita sedang mementingkan (mengedepankan kebutuhan) diri kita sendiri, kita ingin agar orang lain mengerti perasaan kita dan bertindak atas dasar pemahaman itu.

    Solusinya sederhana, masing2 kita sepatutnya selalu mencoba memahami perasaan orang lain dan bertindak atas dasar pemahaman itu. Jika semua orang saling mengerti perasaan orang lain dan bertindak atas dasar pemahamannya itu maka saya percaya akan tercipta sebuah environment (dunia) yang damai dan sejahtera.