• Teknologi

    Nostalgia

    Awalnya waktu liat blog-nya Microsoft “Re-Open-Sourcing MS-DOS 1.25 and 2.0” inget komputer jaman dulu, waktu pertama kali punya komputer, dengan Prosesor Intel 386-DX 33 MHz, RAM 4MB, disk drive ada 2 yang 3,5″ dan 5,25″ (tanpa harddisk). Dengan casing warna putih, bukan yang tower (bukan yang berdiri, tapi yang rebahan, jadi monitor ditaruh di atasnya), dan ada tombol “Turbo” nya selain tombol Power dan Reset. Kalo dibandingin hardwarenya, udah beda banget, sama handphone murah aja udah kalah jauh. Begitu booting, di file CONFIG.SYS udah ditambahin eksekusi RAMDRIVE.SYS untuk bikin disk virtual sebesar 2MB pake RAM, jadi RAM yang tadinya 4MB sisa 2MB aja, dan jangan salah, 2MB ini lebih dari cukup karena program-program yang jalan biasanya cuma memakai 640KB RAM base memory.

    Terus terang saya jadi kangen sama game Gorilla dan Nibbles, game ini dibuat pake QBasic dan karena QBasic itu jenisnya interpreter (bukan compiler) jadi kalau mau ngejalanin gamenya, harus buka QBasic dan load file gorilla.bas atau nibbles.bas, source-code gamenya, keren kan? Nah, sekarang saya mau respawn (menghidupkan kembali) program-program kenangan itu.

    QBasic. Sumber gambar: wikipedia

    Install VirtualBox terus untuk OS-nya, saya pakai versi open-source yang kompatibel dengan DOS yaitu FreeDOS. Instalasi FreeDOS cukup lancar walaupun ada kendala sedikit saat booting, setelah diselidiki ternyata HIMEMX.EXE yang dijalankan di FDCONFIG.SYS entah kenapa error, jadi harus di-skip biar bisa jalan installernya. Saya pilih full install, saya gak tau kenapa ini FreeDOS file ISO untuk instalasinya cukup besar, lebih dari 400MB, padahal seinget saya beberapa tahun lalu gak sampe 40MB. Sesudah cari-cari infonya, ternyata program yang dipaketin lumayan banyak termasuk game. Tapi semua belum terinstall, jadi sesudah instalasi FreeDOS selesai dan udah reboot, jalankan FDIMPLES untuk milih paket program apa aja yang mau diinstall.

    Di FDIMPLES ada FreeBasic, compiler Basic yang free dan open-source, tapi begitu di-compile ada error banyak terus baris terakhir ada tulisan “Too many errors, exiting”. Ya udah deh, nyerah pake FreeBasic. Dan sesudah nyari informasi di Internet, kaya’nya gak ada lagi program open-source yang seperti QBasic.

    End of QBasic Journey: mission failed.
  • Teknologi

    Kalo lagi “bengong” otak istirahat gak?

    Sebenernya yang saya omongin adalah “otak”nya komputer, alias CPU. Awalnya waktu liat blog-nya Microsoft “Re-Open-Sourcing MS-DOS 1.25 and 2.0” inget komputer jaman dulu, dan mau nostalgia sama program yang namanya “Seize The Day“. Mungkin programnya semacem organizer gitu, tapi yang saya perhatiin cuma gambar animasi disampingnya. Animasinya bagus banget, apalagi kalo ngeliatnya tahun 1995-an pake Windows 3.1.

    Seize The Day Respawned

    Begitu hunting akhirnya dapet paket lengkap DosBox+Windows 3+Seize The Day. Dan akhirnya malah nyari-nyari software jaman dulu kala. Dapet banyak tuh program, tapi begitu saya install Lotus 123 malah gak bisa jalan. Cari-cari info lagi ternyata yang namanya DosBox dirancang untuk (spesialisasi) menjalankan game-game DOS, untuk menjalankan program DOS disarankan install MS-DOS (atau FreeDOS) di VirtualBox.

    Karena memang udah kangen banget, akhirnya dapet deh VirtualBox + MsDOS 6 + Windows 3.11. Tapi yang susah adalah nyari driver untuk mouse, sound card, CD-ROM dan VGA. Di tahun 1994 VGA dengan memori 2MB udah mantap banget.

    Virtualisasi jalan lancar, tapi ada yang aneh, komputer jadi panas dan CPU kerja keras padahal cuma jalanin MS-DOS di VirtualBox. Memangnya berapa persen sih CPU yang dipake dos nganggur? Ternyata jawabnya: full 100%. Jaman dulu gak ada istilah “Power Management”, dan prosesor full speed setiap saat.

    Dan sampailah kita ke pertanyaan yang jadi judul tulisan ini, kalo lagi nganggur (bengong) prosesor ngerjain apaan sampe full gitu? Saya nemu artikel yang ngejelasin secara teknis tentang apa yang dilakukan prosesor saat idleWhat’s a CPU to do when it has nothing to do?

    Sama seperti otak manusia yang tidak pernah istirahat, prosesor juga terus kerja walau gak ada kerjaan penting.

  • Komputer,  Teknologi

    Random System Shutdown

    Recently, my notebook (LMDE 2) having random shutdown, without warning or anything, just like the power was cut off. The last entry of system log was anacron. I’ve checked. It’s empty, no cron job scheduled. I don’t need any scheduled job anyway, so bye-bye anacron. I don’t have definitive conclusion right now, just watch and see.

    Btw, thanks to lnav (log file navigator) from http://lnav.org/ for being a simple and nice log viewer.

    Nyoba entry blog pake bahasa Inggris, buat ngelancarin. Uhuy.

  • Memori,  Omong Kosong,  Programming,  Teknologi

    Ternyata…

    Alkisah, pada jaman dahulu kala, saya pernah kepikiran untuk bikin reporting server, dimana semua report yg direquest akan masuk ke daftar antrian dan akan di eksekusi sesuai prioritas. Di servernya akan ada daftar request dan statusnya. Data yang dihasilkan untuk setiap request report akan disimpan. Tiap report yg dicetak akan ada “signature” atau kode tertentu yang mengarah ke id request report. Itu sekitar tahun 2012.

    Tahun ini baru saya tau kalau ternyata udah ada yang bikin kaya gitu.

  • Komputer,  Teknologi

    Paranoid

    Masih inget masalah penyadapan beberapa petinggi Indonesia? Kalo dipikir-pikir memang bikin sakit hati, atau mungkin lebih tepat kalo disebut ‘tersinggung harga dirinya’.

    Apalagi baru-baru ini, masyarakat dunia (khususnya pengguna internet) dikejutkan dengan “surveilence system” yang dijalankan oleh NSA. Semua yang dilakukan orang di internet dipantau dan dicatat, khususnya pengguna internet yang menggunakan produk servis dari perusahaan2 yang berdiri di Amerika Serikat. Ini namanya penyadapan besar2an.

    Paranoid? Pasti. Bahkan dari dulu2 saya sudah tdk percaya dengan produk OS Microsoft, siapa yang bisa menjamin kalau saat kita terhubung ke internet tidak ada data kita yang dikirim keluar? Karena itu dari dulu saya selalu pakai firewall, dan (kalau bisa) selalu memakai produk FOSS (Free, Open Source Software). Produk ini memang tidak menjamin bahwa softwarenya tidak ada “mata2″nya, tapi kita/orang lain bisa mengecek source code dari program itu untuk memastikan, bahkan kalau lebih parno lagi compile ulang aja dari source code yang sudah dicek sebelumnya.

    Se-paranoid apa saya, anda bisa bayangkan sendiri dengan cara saya mengkonfigurasi komputer:

    • Saya selalu menginstall antivirus+firewall
    • Jika tidak yakin dengan sumber suatu software, saya akan menjalankannya pada “closed environment” seperti VirtualBox. Tapi dengan memakai Comodo Firewall versi terbaru saya tidak perlu virtualbox karena saya bisa menjalankan aplikasi dengan mode “sandbox”.
    • Khusus untuk browser internet, cara saya begini: Pertama saya pakai Tor Browser, browser yang khusus dibuat untuk anonymous surfing. Tor browser juga membuka socks proxy untuk aplikasi lain yang mau ikutan ke internet pake jalur Tor. Tor Browser memang bagus, tapi sayangnya gak bisa nge-blok iklan. AKhirnya saya pake cara lain. Saya pake browser Comodo Dragon yg di “sandbox” (biar komputer aman dari ancaman virus, malware, trojan, spyware) yang nyambung ke Privoxy (proxy untuk blokir iklan), yang disambungin ke socks proxy nya Tor (biar tetap anonim, bahkan penjaga warnet/network admin di kantor gak bisa tau kita lagi ngebrowse apaan).

    Asik kan?