• Programming,  Software

    A little new project

    Seperti program-program saya yang lain, saya biasanya remake program yang pernah saya buat sebelumnya dengan versi yang lebih baik lagi. Kali ini yang saya sedang remake adalah PaKe atawa Password Keeper. Versi sebelumnya dibuat dengan php tanpa ada javascript 1 baris pun.

    Bentuknya lebih mirip dengan encrypted note taking app dengan konsep struktur folder dan file, jadi bikin folder nanti foldernya bisa diisi file atau folder lain, jadi  infinite folder depth, maksudnya bisa bikin folder di dalam folder di dalam folder, dst.

    Kemarin waktu nyari semut dapet gajah, saya dapet Joplin yang editornya enak banget. Akhirnya saya mau bikin Note-Taking App yang benar-benar fleksibel dan agak unik. Featurnya kurang-lebih begini:

    1. Seperti Joplin, note terdiri dari struktur Notebook -> Notes (Caption) -> Content.
    2. Data disimpan dalam variabel JSON.
    3. Data disimpan di local storage (jadi bisa offline) unencrypted.
    4. Data bisa di-eksport ke file text dengan keadaan terenkripsi.
    5. Bisa import data dari file text.
    6. Bisa upload ke cloud (next release).

    Tiga poin pertama sudah selesai. Poin 4 dan 5 harusnya bisa selesai cepat, dan selanjutnya tinggal poin ke-6. Untuk project ini saya pake beberapa 3rd party: Pen, Alertify, Stanford Javascript Crypto Library. Untuk project ini saya coba menghindari penggunaan JQuery.

    Dan seperti project lainnya, selalu diselingi saya nyari-nyari program penunjang. Dan saya akhirnya dapet teks editor reliable yang cukup kecil dan ringan: CudaText. Btw, nama projectnya NoteJS.

  • Database,  Programming

    Mengolah data APBD DKI

    Berawal kekecewaan terhadap data.go.id, saya nyari-nyari data tentang DKI, khususnya tentang APBD, ketemu  di Portal Data Pemda DKI. Dan langsung saya download: 21,5 MB CSV tanpa kompresi.

    Langkah pertama: buka dengan text viewer. LTF Viewer adalah program andalan saya untuk melihat data text besar, jangankan yang puluhan MB, data text ratusan MB aja dengan cepat bisa dibuka. Setelah dibuka terlihat bahwa data csv terdiri dari 55.467 baris (termasuk header di baris pertama).

    LTF Viewer. Open big text file in less than one second.

    Langkah kedua: coba lihat dengan pivot viewer. Dengan berbekal mesin pencari google, saya dapat program pivot viewer bernama Tad. Gampang banget makenya, langsung buka file csv, abis itu tinggal klik-klik aja nentuin urutan field pivotnya.

    Pivot view dengan Tad.

    Langkah ketiga: convert menjadi SQLite. Saya menggunakan program sqlite3 di Ubuntu yang jalan di Windows 10 (WSL: Windows Subsystem for Linux). Cepet banget konversinya.

    Ubuntu @ Windows Subsystem for Linux

    Data format csv bisa dibilang format universal untuk sharing data, selain csv ada json dan xml, tapi untuk kemudahan dan kepraktisan, gak ada yang ngalahin csv. Format csv memang mudah untuk dishare (portable) tetapi susah untuk diolah, jadi lebih baik untuk diconvert ke SQLite. 

    Langkah keempat: normalisasi. Memang data hasil convert dari csv sudah bisa langsung diolah, tapi saya mau data terstruktur biar gampang buat user interfacenya. Tabel hasil konversi otomatis nanti berubah, tapi kita bisa membuat view untuk kebutuhan pivot table. Untuk mengolah database SQLite saya pakai: SQLiteStudio (Free and OpenSource).

    Program favorit untuk mengolah data SQLite.

    Mudahnya menggunakan SQLite, karena struktur table di SQLite tidak mengenal tipe data, jadi pada saat import kita tidak perlu buat tabel dengan struktur data yang pas. Kalau pake MySQL atau yang lainnya, tiap field harus pas tipe datanya, bahkan untuk varchar harus didefinisikan berapa panjang maksimal datanya. Kalau panjang maksimalnya kurang dari data yang mau diinput akan menimbulkan error dan data gagal diinsert.

    This is a long journey, brace yourself and click “Read More”

    — Blog writer —