• Bahasa,  Komputer

    Berburu Domain

    Awalnya lagi mau belajar bikin Telegram Bot, pas baca-baca ternyata untuk nerima update dari telegram, bot bisa make 2 metode: long pooling sama webhook. Dari namanya aja saya udah bisa nebak, webhook pasti lebih bagus dari long pooling. Tapi masalahnya webhook butuh koneksi https, saya yang cuma mau ngetes bermodalkan free hosting, mana punya koneksi https, keluar duit lagi untuk ngetes? Kaya’nya gak mau deh. 🙂

    Nyari-nyari free hosting untuk telegram bot, bisa dapet, ada dua yg gratis dan katanya tanpa perlu ngerti bahasa pemrograman, tapi hostingnya dedicated, saya gak mau, gak bebas. Nyari2 lagi, dapet artikel dengan judul “Tips to host a Telegram Bot”. Disitu dibilangin kalo untuk SSL certificate disaranin pake “Cloudflare Universal SSL” dan untuk “domain name”nya bisa daftar di www.freenom.com.

    Nah, di freenom.com ini ada domain yg gratis dengan ektensi (.tk, .ml, .ga, .cf, .gq) itupun ada aturannya gimana sebuah nama domain bisa free diantaranya harus diatas 3 huruf, nama domain tidak terdaftar di kamus. Jadi kalo nama domain adalah kata yang terdaftar di kamus harus bayar, atau kalo nama domainnya cuma 1 atau 2 atau 3 huruf harus bayar juga.

    Saya langsung tertarik dengan domain dengan ekstensi .ga soalnya dalam Bahasa Indonesia ada kata2 yang berakhiran ‘ga’, dan kata yang langsung terlintas adalah ‘semo.ga’, tapi sayangnya udah ada yg punya. Nyari2 kata ternyata gak gampang juga, apalagi kata2 umum dengan akhiran ‘ga’ biasanya udah ada yg daftarin. Terpaksa saya bongkar data2 lama, saya cari database MySQL yang isinya adalah KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Sesudah ketemu, saya query dan cari2, saya urutkan berdasarkan prioritas, dan saya coba dafarkan di freenom.com.

    Hasilnya ada beberapa yg saya bisa daftarin:

    Arti katanya bisa lihat sendiri di website KBBI. Asik juga berburu nama domain gratisan yang unik.

  • Bahasa,  Omong Kosong

    Kosa Kata

    Mumpung belum lupa, ada dua kosa kata baru nih:

    BAIKERS
    Orang-orang yang senang berbuat baik.

    SPEAKIRIN
    Kemukakan apa yang kamu pikirkan (speak-up your mind), tapi jangan disalahartikan menjadi berpikir sambil bicara seperti yang ada di sinetron Indonesia.

    Udah ah, gitu aja.

  • Bahasa,  Omong Kosong,  Perspektif

    Degradasi Arti Kata Insya Allah

    Sekarang ini mengucapkan kata “Insya Allah” menjadikan sebuah janji tidak bisa dipegang, karena rata2 orang mengartikan kata insya Allah dalam sebuah janji berarti yang menjanjikan tidak harus memenuhi janjinya itu kalau dia tidak mau. Ini karena banyaknya pemberi janji yang menggunakan kata2 itu sebagai alasan pengingkaran janjinya.

    Padahal kata2 “Insya Allah” di akhir sebuah janji adalah sebuah keharusan yang berarti bahwa bagaimanapun manusia berencana, tetap Tuhan yang menentukan hasil akhirnya. Berarti sebuah janji mutlak harus dipenuhi, kecuali jika Tuhan tidak mengijinkan.

    Contoh kecil, jika saya janji untuk datang ke sebuah acara, maka walaupun hujan deras, selama saya masih bisa mencapai tempat acara, maka saya tetap harus datang ke acara itu, kecuali jika di tengah jalan ada pohon tumbang yang menimpa tubuh saya, atau tubuh saya tersambar petir, atau kejadian2 lainnya yang membuat saya sama sekali tidak bisa menghadiri acara itu. Kata “Insya Allah” diujung janji saya tidak membuat saya membatalkan janji saya karena hujan gerimis yang turun.