Omong Kosong

Kenapa?

Waktu baca buku Senopati Pamungkas karya Arswendo Atmowiloto (alm), sempat muncul pemikiran di benak saya bahwa segala macam intrik Halayudha untuk mengadu domba, melancarkan fitnah tidak akan bisa tercapai apabila ada komunikasi langsung antara pimpinan dan bawahan. Karena hanya ada jalur informasi eksklusif dari dan menuju raja, maka pemegang jalur eksklusif itu mempunyai peran yang sangat vital. Dan jika yang memegang peranan itu bersifat licik seperti Halayudha, maka yang terjadi adalah malapetaka.

Saya mengandaikan cerita pada sebuah kerajaan itu pada Indonesia jaman sekarang (pada waktu itu masih sekitar tahun 2007/2008). Saya yakin kejadian dalam novel itu tidak akan pernah terjadi di jaman canggih seperti sekarang ini, karena jalur komunikasi sudah sangat terbuka, Presiden pasti punya lebih dari satu jalur informasi. Apalagi kalau internet sudah benar-benar merambah ke seluruh masyarakat, maka tidak akan ada lagi yang namanya fitnah, karena semua bisa dikonfirmasi dengan mudah.

Tapi saat ini, ketika internet nyata-nyata menyentuh peloksok daerah di Indonesia, ternyata pemikiran saya terbukti salah, malah bertolak belakang dengan kenyataan. Sentuhan teknologi informasi yang mudah dan merambah ke segala peloksok negeri malah menimbulkan disinformasi massif, fitnah massal, bahkan memicu kerusuhan yang menuai korban jiwa.

Orang-orang percaya bahwa penyakit kanker itu tidak ada, hanya karena melihat konten youtube dengan suara digital dari google. Mereka “menuduh” dokter berbohong dan lebih mempercayai pembuat konten yang kita tidak tahu latar belakang pendidikannya apa, kompetensinya dalam bidang kedokteran yang gak jelas, bahkan nama aslinya pun disembunyikan.

Dan orang lebih percaya fitnah berantai lewat sosial media daripada situs berita resmi yang memegang teguh integritas pers, menuding bahwa media-media nasional itu hanya “corong pemerintah” yang beritanya sudah diatur sesuai keinginan pemerintah.

Dan saya akhirnya nyerah, sesudah mencoba memikirkan dan bertanya-tanya “Kenapa?”.