Hiburan

Winamp

Siapa gak kenal Winamp? Pemutar musik paling keren yang pernah ada. Dan seperti software sukses yang lain, Winamp berevolusi dari sederhana menjadi gendut (seperti ACDSee). Versi awal Winamp cuma punya Player, Equalizer, Playlist dan ada Plugin. Plugin ada dua macem: Audio dan Visualization. Bentuknya sederhana tapi ada begitu banyak user yang bikin begitu banyak skin untuk dipakai.

Classic skin yang masih ada di Winamp versi terakhir.

Pada jaman dahulu kala, waktu harga storage masih mahal dan USB Flashdisk belum lahir, file audio (wav) untuk satu lagu berdurasi 4 sampai 5 menit berkisar 60MB sampai 120MB tergantung kualitas audionya. Lalu datanglah MP3, sebuah kompresi audio yang bisa menghemat begitu banyak storage, 1 lagu bisa disimpan dalam 3MB sampai 6MB. Dan pada saat itu, mengompres lagu ke format MP3 butuh waktu 30 menit hingga 1 jam per lagu (lupa ini pake 486 atau Pentium II).

Winamp skin versi modern, posisi tombol dan besar window bisa berubah.

Winamp adalah MP3 player pertama yang saya kenal dan dukungan skin adalah feature paling keren saat itu. Terus piye kabare? Setelah saya telusuri, Winamp terakhir mempunyai versi 5.666 dirilis tanggal 12 Desember 2013 dan hingga saat ini tidak ada rilis baru.

Di forum resminya, rencana rilis terbaru diposting tanggal 19 Oktober 2016, dalam posting itu diberitakan bahwa program sudah stabil digunakan dan akan menempuh fase final testing. Sesudah itu tidak ada berita resmi lagi di forum tersebut sampai postingan terakhir.

Frameless Winamp Skin

Baru-baru ini techcrunch.com mengabarkan Winamp akan terlahir kembali tahun depan (versi 6), namun sebelum itu pada tanggal 18 Oktober tahun ini akan ada rilis versi 5.8. Kaya’ apa yah winamp tahun depan?