Bahasa,  Omong Kosong,  Perspektif

Degradasi Arti Kata Insya Allah

Sekarang ini mengucapkan kata “Insya Allah” menjadikan sebuah janji tidak bisa dipegang, karena rata2 orang mengartikan kata insya Allah dalam sebuah janji berarti yang menjanjikan tidak harus memenuhi janjinya itu kalau dia tidak mau. Ini karena banyaknya pemberi janji yang menggunakan kata2 itu sebagai alasan pengingkaran janjinya.

Padahal kata2 “Insya Allah” di akhir sebuah janji adalah sebuah keharusan yang berarti bahwa bagaimanapun manusia berencana, tetap Tuhan yang menentukan hasil akhirnya. Berarti sebuah janji mutlak harus dipenuhi, kecuali jika Tuhan tidak mengijinkan.

Contoh kecil, jika saya janji untuk datang ke sebuah acara, maka walaupun hujan deras, selama saya masih bisa mencapai tempat acara, maka saya tetap harus datang ke acara itu, kecuali jika di tengah jalan ada pohon tumbang yang menimpa tubuh saya, atau tubuh saya tersambar petir, atau kejadian2 lainnya yang membuat saya sama sekali tidak bisa menghadiri acara itu. Kata “Insya Allah” diujung janji saya tidak membuat saya membatalkan janji saya karena hujan gerimis yang turun.