Perspektif

Surga

Kalo Anda sekarang ini ditanya “Seperti apa sih surga itu?” Apa jawaban Anda? Sewaktu kecil, gambaran saya tentang surga pasti dong ada istana megah, taman berisi bunga2 indah, belum lagi pohon2 yang selalu berbuah manis dan segar, sungai2 yang bening dan jernih yang airnya bisa langsung diminum, orang2nya berpakaian mewah dengan perhiasan yang serba indah.

Semakin usia bertambah, gambaran saya tentang surga agak bergeser sedikit, saya mau surga berisi juga binatang2 baik yang sudah punah maupun yang belum, dan tidak ada hewan yang memangsa hewan lainnya, jadi semua hewannya jinak. Saya pengen banget nunggangin singa (itu juga kalo masuk sorga). Begitu bertambah lagi usia, bergeser lagi pandangan saya tentang surga, jangan2 yang namanya surga itu bukan cuma ketiadaan waktu (makanya abadi) tapi juga tidak ada (dicabutnya) hawa nafsu, dan manusia dikondisikan senantiasa mengalami euforia.

Sesudah nonton film The Matrix semua jadi goyah 😉 Dan teori itu selaras dengan film dokumenter dari Harun Yahya tentang Alam Materi (baca The scientific collapse of materialism). Otak saya mengalami chaos, ada badai yang tiba2 berkecamuk di dalam otak saya.

Terlepas dari itu semua, kalau saya sekarang ditanya “Seperti apa surga itu?” (mungkin pertanyaannya harus “digeser” sedikit jadi: Seperti apa surga yang kamu mau?) Saya akan jawab: Surga harusnya seperti sebuah perpustakaan dimana di dalamnya ada satu seri Ensiklopedi Tentang Segala Sesuatu (Encyclopedia of Everything) yang mungkin terdiri dari milyaran jilid buku. Di dalamnya juga ada buku sejarah (mungkin judulnya: History of Everything) yang isinya adalah kejadian sebenarnya, bukan sejarah yang ditulis oleh pihak yang menang. Harus ada buku2 yang bisa menjelaskan tentang segala sesuatu, seperti buku “Mengapa Begini, Mengapa Begitu” yang super lengkap. Buku2 yang menjawab pertanyaan yang paling bodoh atau yang paling rumit, menjawab pertanyaan “Adakah kehidupan makhluk berpikir lain selain di Bumi?”, “Jika ada, apakah mereka pernah ‘mampir’ ke Bumi?”, dll.

Dan saat manusia sudah membaca semua buku2 itu dan mempunyai pemahaman sempurna atas segala sesuatu (complete knowledge of everything) saya yakin, satu2nya hal yang akan dilakukannya adalah tersungkur bersujud di hadapan-Nya. Karena selain daripada-Nya tidak ada lagi yang diperlukan/dipentingkan.