Omong Kosong

Naik-Turun BBM

BBM minggu kemarin sempat naik-turun, yang dibikin kesel adalah orang seluruh dunia. BBM yg saya maksud ini adalah BlackBerry Messenger, yang kemarin sudah menggelar acara peluncuran (walaupun saat itu software resminya belum tersedia) dan dijanjikan mulai bisa didownload tanggal 21 September 2013 jam 18:00 WIB. Tapi sampai saat tulisan ini dibuat, tanggal pastinya belum ada.

Rumor yang beredar saat Sabtu malam (dari Android Central) menyebutkan bahwa BBM akan resmi diupload apabila aplikasi BBM palsu yang lain sudah tidak ada lagi di PlayStore. Tapi nyatanya setelah semua BBM palsu dicabut dari peredaran, BBM yang asli (dan resmi) tidak juga kunjung datang.

Ternyata akhirnya diketahui penyebab terhambatnya karena server BBM dibanjiri traffic yang tinggi dari pengguna Android yang memakai program “tidak resmi” BBM (mungkin beta) sebelum BBM yang resmi diluncurkan. Seperti biasa, jika ada kejadian seperti ini buru2 orang akan mencari kambing hitamnya.

Pihak BlackBerry menuding pengguna Android yang menggunakan aplikasi BBM “tidak resmi” menjadi penyebab keterlambatan ini. Kalo kita coba telaah lebih lanjut, saya yakin, pengguna Android yang menggunakan BBM tidak resmi jauh lebih sedikit dari pengguna Android yang menunggu release resmi dari BlackBerry, itu artinya jika apk BBM tidak resmi sama sekali tidak beredar server BBM tetap saja akan overload oleh pengguna Android yang membanjir. Selama ini server BBM terbuai dengan “closed environment”, karena BBM Client hanya bisa digunakan oleh handset BlackBerry.

Menurut ZDNet, pada kuartal pertama 2013, Android mempunyai market share 75%, diikuti iOS 17.3% lalu Windows Phone 3.2% dan BlackBerry OS 2.9%. Nah, server BBM yang sebelumnya disiapkan untuk “porsi kecil”, tiba2 dibuka untuk menampung gelombang dahsyat lebih dari 90% market share perangkat mobile, walaupun (saya yakin) tidak semua pengguna iOS dan Android akan menggunakan BBM, tetapi bisa dibayangkan berapa kali lipat (kinerja dan kapasitas) server BBM yang harus ditingkatkan. Apa mungkin pihak BlackBerry under estimate produknya sendiri (BBM)?

Saya termasuk orang yang menunggu BBM for Android, Sudah beberapa waktu lamanya istri saya meminta dibelikan handset BlackBerry, selalu saya tolak, malah yang saya belikan adalah Sony Ericsson Xperia Mini Pro SK17i yang pada saat saya beli masih menggunakan Android Gingerbread (sekarang udah diupdate ke ICS). Karena saya tau alasan utama istri saya minta handset BlackBerry hanya karena BBMnya. Dan kemarin saat penantian itu akhirnya berbuah kekecewaan. “Tunggu sebentar lagi sayang…