Omong Kosong

Kalo kata iklan di tipi: NGIMPI!!!

Mimpi gak dilarang. Gratis. Suka-suka. Entertainment paling murah sedunia. Dalam mimpi kita bisa jadi raja atau jalan-jalan keliling dunia, bahkan dunianya kita sendiri yang buat.

Mimpi saya akhir-akhir ini terkait dengan angkutan umum, karena kebetulan saya menggunakan angkutan umum yang bis nya ternyata tidak seberapa banyak, dan kalau jalanan sudah macet kadang2 muter sebelum sampai terminal, jadi tidak lewat dihadapan saya.

Karena macetnya hampir tiap hari, saya jadi sering menghadapi dilema, haruskah saya naik angkot dulu ke tempat bis yang akan saya tumpangi biasa muter, atau tetap nunggu bis yang dari terminal.

Permasalahannya saya tidak tau di terminal itu sudah ada bis nya atau belum, saya juga tidak tau ada yang sudah muter sebelum terminal. Saya tidak tau pasti saya akan mendapat bis atau tidak. Karena sesudah jam 6, biasanya sudah tidak ada lagi yang lewat (bis nya sedikit).

Yang ada dalam mimpi saya bukan sejenis MRT, bukan juga bis yang lewat terjadwal dan tepat waktu, apalagi transportasi khayalan semacam permadani terbang atau “baling2 bambu”nya doraemon.

Mimpi saya, tiap kendaraan umum yang ada di Jakarta dipasangin GPS tracker dan lokasinya bisa dilihat oleh publik. Jadi penumpang seperti saya bisa mengambil keputusan apakah akan tetap menunggu di tempat biasa atau pindah tempat nunggunya.

Sederhana dan bisa dilaksanakan. Tapi…..namanya juga mimpi, gratis, suka-suka, dan kebanyakan tidak jadi kenyataan. Kalo kata iklan di tipi: NGIMPI!!!